Laman

Selasa, 11 Agustus 2009

Pagelaran Tari Tradisional 33 jam nonstop.

Selamat untuk Disbudpar Kota Semarang dan seluruh pendukung Pagelaran Tari Tradisional 33 jam nonstop.

Untuk pagelaran tari tradisional barangkali tidak berlebihan kalau rekor yang telah dicapai 35 jam melebihi target yang direncanakan semula 33 jam, merupakan prestasi yang "mahal" dan langka sehingga pantas dicatat sebagai prestasi spektakuler dalam Museum Rekor Indonesia. Spektakuler karena melibatkan ribuan penari dari berbagai kategori umur dan institusi(mulai usia pelajar SD, SMP, SMA/SMK, Mahasiswa dan Masyarakat Umum).

Jika Pagelaran ini diprogramkan rutin dan dialokasikan pendanaannya melalui APBD Kota Semarang, tentu saja akan lebih menggairahkan iklim pariwisata di kota Semarang, sekaligus sebagai upaya sungguh-sungguh terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Jawa di era global.

Peluang usaha baru sejalan dengan "tradisi" pagelaran spektakuler akan banyak bermunculan dan berkembang sehat, seperti penyewaan pakaian tari dan rias untuk mendukung pagelaran tersebut, cendera mata, asongan (karena panitia tidak menyediakan konsumsi untuk penonton),bahkan barangkali tidak hanya itu, Sanggar Tari Tradisi pun juga akan banyak lahir terpacu niat baik nguri-nguri kabudayan Jawi untuk bisa ikut acara tersebut.

Salah satu contohnya adalah Sanggar Trireksa Budaya Semarang yang pada pagelaran tersebut menampilkan Tari Semarangan, Tari Pendet Bali, dan Tari Gegayuhan sebagai tarian kontemporer dimana para penarinya menari di atas botol air mineral dengan iringan musik perkusi menjadikan pagelaran besar itu lebih menarik.

Sebagai sebuah Sanggar Tari Tradisi yang masih "balita", Trireksa Budaya memang harus banyak belajar dari saudara-saudaranya yang lebih senior dan banyak makan asam garam menjadi pejuang kesenian.

Sanggar Trireksa Budaya yang didirikan oleh alumni SMA Negeri 5 Semarang, bersifat terbuka bagi sesiapa saja yang ingin belajar berkesenian khususnya tari tradisi dan kreasi, sementara ini konsentrasi kami pada pembinaan seni tari di SMA Negeri 5 Semarang.

Terima kasih kami sampaikan kepada para siswa dan almamater SMA Negeri 5 Semarang, juga rekan-rekan alumni dan rekan-rekan yang masih belajar di jurusan Seni Tari Unnes, yang telah menjadi bagian dan pelaku sejarah bersama Sanggar Trireksa Budaya mendukung Pagelaran Tari Tradisional 33 jam nonstop di Simpang lima tanggal 8 dan 9 Agustus yang lalu.

Semoga di jalan pengabdian sebagai insan seni tradisi tak akan pernah berhenti untuk berkreasi.
Dengan berkesenian kita jadikan hidup ini semakin indah dan bermakna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Illahi.

Selamat dan sukses semoga di masa datang rekor pagelaran tari tradisi 35 jam akan terlampaui dengan lebih baik, tentu saja harus didukung bantuan APBD Kota Semarang yang lebih rasional dan proporsional yang direalisasikan lebih manusiawi. Semoga Allah Tuhan yang Maha Pemurah meridloi usaha ini. amiin.


SUPRIHATIONO, S.Pd
Sanggar Tari Tradisi TRIREKSA BUDAYA Semarang
Sekretariat: Jln. Batan Miroto III/395 Semarang 50134
CP: 08122513225

Tidak ada komentar:

Posting Komentar