Meskipun sederhana semoga mampu memenuhi harapan menjadi media penghubung untuk memberikan kontribusi positif demi pertumbuhan dan kemajuan pembelajaran di almamaterku: SMA Negeri 5 Semarang di masa datang. Semoga Allah subhanallahu wa ta'ala ridloi. Amiin
Rabu, 29 September 2010
IN HOUSE TRAINING SEKOLAH MODEL
Sebagai Sekolah yang menyandang Grand Sekolah Model, SMA Negeri 5 Semarang hari ini emnyelenggarakan kegiatan IHT Analisis Konteks Bahan Ajar bagi guru ntuk memperbaiki kinerja meningkatkan kualitas layanan sebagai Sekolah Kategori Mandiri, Sekolah Pusat Sumber Belajar dan Sekolah dengan Pembelajaran Berbasis Keunggulan Lokal. Penyaji Materi adalah para ahli pada bidangnya yang datang dari Direktorat Jenderal Pembinaan SMA, Kementrian Pendidikan Nasional.
Kamis, 02 September 2010
Kado ULANG TAHUN SMA 5 Semarang ke 46 (Catatan Kecil FBku ke 56)
Assalamu’alaikum
Alhamdulillah,
Segala Puji Bagi Allah ta’ala yang telah memberikan kenikmatan tiada tara
Shalawat atas Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam
Untuk seluruh Keluarga Besar SMA 5 Semarang:
"SELAMAT BERULANG TAHUN ke 46"
Semoga semakin baik dalam mutu pelayanan dan hasil pendidikan di SMA 5 Semarang.
Di usia ke 46 ini mari kita merenungkan kembali
Langkah-langkah panjang di jalan hidup yang telah kita telusuri
Dan kita akan temui KENYATAAN
Bahwa hidup itu adalah ujian yang diberikan Sang Pencipta kepada makhlukNYA
Dan UJIAN itu dapat berupa kebahagiaan dan penderitaan
Masa demi masa telah kita lalui hingga di usia ke 46 ini
Ujian pun tetap HARUS kita hadapi dengan IKHLAS, TEGAR, dan PERCAYA DIRI
Menjadi teladan sebagai SEKOLAH KATEGORI MANDIRI di Jawa Tengah,
Pionir Sekolah PUSAT SUMBER BELAJAR dan
Pionir Sekolah dengan PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL
Dengan dilandasi rasa asih, asah, dan asuh semata untuk mengabdi,
Rela berbagi dan ikhlas memberi
Melu handarbeni, Melu hangrungkebi, lan Mulatsariro hangrosowani
Gotong royong, Rame ing gawe sepi ing pamrih, lilo lan legowo
maka Insyaallah
Lautan api pun akan BISA kita ubah menjadi Taman surgawi
Dengan KEYAKINAN dan KEMAUAN untuk MELAKUKAN PERUBAHAN
Guna MENINGKATKAN MUTU Pendidikan dan Layanannya
Untuk para sejawat agen perubahan itu saya persembahakan kado ulang tahun:
”Selamat Tinggal Penderitaan” (by Salim-Iklim)
Langkah demi langkah telah ku telusuri
Masa demi masa telah kulalui
Begitu banyak segala hinaan
Yang kualami
Tangga demi tangga semua telah ku daki
Jatuh dan bangun tegar kembali
Betapa pedih luka dan derita
Yang telah ku jalani
Namun kini penderitaan
Serta hinaan
Berganti kebahagiaan
Dan kemuliaan
Airmata menjadi permata
Kebencian menjadi cinta
Inilah hidup di dalam dunia
Bak sandiwara
Selamat tinggal kesengsaraan
Selamat tinggal penderitaan
Terima kasih atas pengalaman
Yang KAU berikan
Kini terbukti cinta yang kualami
Bukannya mimpi
Lautan api telah menjadi
Taman surgawi
Semoga memberikan dapat menjadi motivasi dalam melakukan perubahan yang lebih baik.
Dengarkan alunan nada slow rock :
”Selamat Tinggal Penderitaan.mp3” dari album The Best of IKLIM
Terima kasih
Wassalam
Suprihationo
Alhamdulillah,
Segala Puji Bagi Allah ta’ala yang telah memberikan kenikmatan tiada tara
Shalawat atas Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam
Untuk seluruh Keluarga Besar SMA 5 Semarang:
"SELAMAT BERULANG TAHUN ke 46"
Semoga semakin baik dalam mutu pelayanan dan hasil pendidikan di SMA 5 Semarang.
Di usia ke 46 ini mari kita merenungkan kembali
Langkah-langkah panjang di jalan hidup yang telah kita telusuri
Dan kita akan temui KENYATAAN
Bahwa hidup itu adalah ujian yang diberikan Sang Pencipta kepada makhlukNYA
Dan UJIAN itu dapat berupa kebahagiaan dan penderitaan
Masa demi masa telah kita lalui hingga di usia ke 46 ini
Ujian pun tetap HARUS kita hadapi dengan IKHLAS, TEGAR, dan PERCAYA DIRI
Menjadi teladan sebagai SEKOLAH KATEGORI MANDIRI di Jawa Tengah,
Pionir Sekolah PUSAT SUMBER BELAJAR dan
Pionir Sekolah dengan PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL
Dengan dilandasi rasa asih, asah, dan asuh semata untuk mengabdi,
Rela berbagi dan ikhlas memberi
Melu handarbeni, Melu hangrungkebi, lan Mulatsariro hangrosowani
Gotong royong, Rame ing gawe sepi ing pamrih, lilo lan legowo
maka Insyaallah
Lautan api pun akan BISA kita ubah menjadi Taman surgawi
Dengan KEYAKINAN dan KEMAUAN untuk MELAKUKAN PERUBAHAN
Guna MENINGKATKAN MUTU Pendidikan dan Layanannya
Untuk para sejawat agen perubahan itu saya persembahakan kado ulang tahun:
”Selamat Tinggal Penderitaan” (by Salim-Iklim)
Langkah demi langkah telah ku telusuri
Masa demi masa telah kulalui
Begitu banyak segala hinaan
Yang kualami
Tangga demi tangga semua telah ku daki
Jatuh dan bangun tegar kembali
Betapa pedih luka dan derita
Yang telah ku jalani
Namun kini penderitaan
Serta hinaan
Berganti kebahagiaan
Dan kemuliaan
Airmata menjadi permata
Kebencian menjadi cinta
Inilah hidup di dalam dunia
Bak sandiwara
Selamat tinggal kesengsaraan
Selamat tinggal penderitaan
Terima kasih atas pengalaman
Yang KAU berikan
Kini terbukti cinta yang kualami
Bukannya mimpi
Lautan api telah menjadi
Taman surgawi
Semoga memberikan dapat menjadi motivasi dalam melakukan perubahan yang lebih baik.
Dengarkan alunan nada slow rock :
”Selamat Tinggal Penderitaan.mp3” dari album The Best of IKLIM
Terima kasih
Wassalam
Suprihationo
Kado Ulang Tahun SMA 5 Semarang ke 46: Peduli Budaya Bangsa. (dari catatan Kecil FBku ke 55)
Assalamu'alaikum
Alhamdulillah,
Untuk seluruh Keluarga Besar SMA 5 Semarang: "SELAMAT BERULANG TAHUN ke 46"
Semoga semakin baik dalam mutu pelayanan dan hasil pendidikan di SMA 5 Semarang.
Lagi Sebuah BUKTI : SMA 5 Semarang PEDULI SENI BUDAYA BANGSA.
Selamat kepada anak-anak SMA 5 Semarang, Komunitas Pelajar Peduli Budaya Bangsa dan
Ngesti Pandowo Semarang yang baru saja berulang tahun ke 73.
Ini adalah bagian dari KADO Ulang Tahun SMA 5 Semarang:
Rizky, siswa SMA 5, berkolaborasi dengan para punakawan Ngesti Pandawa pada
Pementasan "BISMA GUGUR" di Gedung Ki Narto Sabdho, TBRS, Sabtu, 30 Juli 2010 yang lalu.
Selengkapnya simak SUARA MERDEKA, Semarang & Sekitarnya, (2 Agustus 2010, Halaman C,
berikut ini :
Ngesti Menjaring Penonton Masa Depan
Oleh Achiar M Permana
KEPERCAYAAN diri Rizky terlihat begitu besar. Di atas panggung Ngesti Pandowo, siswa kelas XII SMA 5 itu sama sekali tak tampak canggung. Padahal lawan mainnya tak tanggung-tanggung: para punakawan Ngesti yang kondang pandai bermain kata. Rizky yang berseragam batik abu-abu khas SMA 5 berani berpingpong dialog, menimpali lawakan para dagelan Ngesti.
Hal itu terlihat ketika Ngesti Pandowo menyuguhkan lakon Bisma Gugur, spesial bagi siswa dan guru SMA 5, di Gedung Ki Narto Sabdho kompleks TBRS, Sabtu (30/7). Pementasan itu merupakan tindak lanjut atas kebijakan Pemkot, yang ditetapkan oleh Wali Kota (saat itu) Sukawi Sutarip, Juni lalu, siswa SD-SMA di Semarang wajib nonton wayang.
Tebak-tebakan dan guyonan berupa pelesetan bahasa Inggris yang dilontarkan Gareng (Widayat), disahut Rizky dengan enteng. Dia tak mau kalah dalam melontarkan celetukan kuartet punakawan. Wajar saja, dengan dukungan penonton, Rizky seperti bermain di kandang sendiri. Ratusan penonton yang memadati Gedung Ki Narto Sabdho siang itu adalah guru dan teman-temannya.
Bahkan, Rizky pun tak gentar ketika ditantang Gareng, untuk menyanyikan satu lagu Jawa. Lantas, dengan iringan karawitan Ngesti Pandowo, siswa bongsor itu pun melantunkan ’’Praon’’, salah satu karya seniman legendaris Ngesti, Ki Narto Sabdho.
Pakeliran Padat
Pimpinan Ngesti Pandowo, Cicuk Sastro Soedirjo menjelaskan, pentas itu merupakan kebijakan Pemkot, yang mewajibkan siswa SD-SMA di Semarang menonton wayang. Tujuannya, untuk memperkenalkan siswa pada wayang orang. ’’Untuk memenuhi kebutuhan siswa, kami mengemas pementasan dalam bentuk ‘pakeliran padat’, berdurasi dua jam. Selain itu, ada penyesuaian bahasa sehingga para siswa tidak kesulitan mengikuti jalan cerita,’’ terang Cicuk. (67)
Jadi SANGAT PANTAS SMA 5 Semarang menyandang Nilai Akreditasi A, sebagai Sekolah Kategori Mandiri yang menjadi Pionir PUSAT SUMBER BELAJAR dan PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL di Jawa Tengah.
Selamat berkarya dan mengukir prestasi di masa depan.
Semoga Allah ta'ala senantiasa membimbing dan melindungi kita semua,
mencerdaskan anak bangsa dengan IPTEK, IMTAQ, berkepribadian dan berkebudayaan. Amiin.
Wassalam
Suprihationo
Alhamdulillah,
Untuk seluruh Keluarga Besar SMA 5 Semarang: "SELAMAT BERULANG TAHUN ke 46"
Semoga semakin baik dalam mutu pelayanan dan hasil pendidikan di SMA 5 Semarang.
Lagi Sebuah BUKTI : SMA 5 Semarang PEDULI SENI BUDAYA BANGSA.
Selamat kepada anak-anak SMA 5 Semarang, Komunitas Pelajar Peduli Budaya Bangsa dan
Ngesti Pandowo Semarang yang baru saja berulang tahun ke 73.
Ini adalah bagian dari KADO Ulang Tahun SMA 5 Semarang:
Rizky, siswa SMA 5, berkolaborasi dengan para punakawan Ngesti Pandawa pada
Pementasan "BISMA GUGUR" di Gedung Ki Narto Sabdho, TBRS, Sabtu, 30 Juli 2010 yang lalu.
Selengkapnya simak SUARA MERDEKA, Semarang & Sekitarnya, (2 Agustus 2010, Halaman C,
berikut ini :
Ngesti Menjaring Penonton Masa Depan
Oleh Achiar M Permana
KEPERCAYAAN diri Rizky terlihat begitu besar. Di atas panggung Ngesti Pandowo, siswa kelas XII SMA 5 itu sama sekali tak tampak canggung. Padahal lawan mainnya tak tanggung-tanggung: para punakawan Ngesti yang kondang pandai bermain kata. Rizky yang berseragam batik abu-abu khas SMA 5 berani berpingpong dialog, menimpali lawakan para dagelan Ngesti.
Hal itu terlihat ketika Ngesti Pandowo menyuguhkan lakon Bisma Gugur, spesial bagi siswa dan guru SMA 5, di Gedung Ki Narto Sabdho kompleks TBRS, Sabtu (30/7). Pementasan itu merupakan tindak lanjut atas kebijakan Pemkot, yang ditetapkan oleh Wali Kota (saat itu) Sukawi Sutarip, Juni lalu, siswa SD-SMA di Semarang wajib nonton wayang.
Tebak-tebakan dan guyonan berupa pelesetan bahasa Inggris yang dilontarkan Gareng (Widayat), disahut Rizky dengan enteng. Dia tak mau kalah dalam melontarkan celetukan kuartet punakawan. Wajar saja, dengan dukungan penonton, Rizky seperti bermain di kandang sendiri. Ratusan penonton yang memadati Gedung Ki Narto Sabdho siang itu adalah guru dan teman-temannya.
Bahkan, Rizky pun tak gentar ketika ditantang Gareng, untuk menyanyikan satu lagu Jawa. Lantas, dengan iringan karawitan Ngesti Pandowo, siswa bongsor itu pun melantunkan ’’Praon’’, salah satu karya seniman legendaris Ngesti, Ki Narto Sabdho.
Pakeliran Padat
Pimpinan Ngesti Pandowo, Cicuk Sastro Soedirjo menjelaskan, pentas itu merupakan kebijakan Pemkot, yang mewajibkan siswa SD-SMA di Semarang menonton wayang. Tujuannya, untuk memperkenalkan siswa pada wayang orang. ’’Untuk memenuhi kebutuhan siswa, kami mengemas pementasan dalam bentuk ‘pakeliran padat’, berdurasi dua jam. Selain itu, ada penyesuaian bahasa sehingga para siswa tidak kesulitan mengikuti jalan cerita,’’ terang Cicuk. (67)
Jadi SANGAT PANTAS SMA 5 Semarang menyandang Nilai Akreditasi A, sebagai Sekolah Kategori Mandiri yang menjadi Pionir PUSAT SUMBER BELAJAR dan PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL di Jawa Tengah.
Selamat berkarya dan mengukir prestasi di masa depan.
Semoga Allah ta'ala senantiasa membimbing dan melindungi kita semua,
mencerdaskan anak bangsa dengan IPTEK, IMTAQ, berkepribadian dan berkebudayaan. Amiin.
Wassalam
Suprihationo
Langganan:
Komentar (Atom)