Assalamu'alaikum
Alhamdulillah,
Untuk seluruh Keluarga Besar SMA 5 Semarang: "SELAMAT BERULANG TAHUN ke 46"
Semoga semakin baik dalam mutu pelayanan dan hasil pendidikan di SMA 5 Semarang.
Lagi Sebuah BUKTI : SMA 5 Semarang PEDULI SENI BUDAYA BANGSA.
Selamat kepada anak-anak SMA 5 Semarang, Komunitas Pelajar Peduli Budaya Bangsa dan
Ngesti Pandowo Semarang yang baru saja berulang tahun ke 73.
Ini adalah bagian dari KADO Ulang Tahun SMA 5 Semarang:
Rizky, siswa SMA 5, berkolaborasi dengan para punakawan Ngesti Pandawa pada
Pementasan "BISMA GUGUR" di Gedung Ki Narto Sabdho, TBRS, Sabtu, 30 Juli 2010 yang lalu.
Selengkapnya simak SUARA MERDEKA, Semarang & Sekitarnya, (2 Agustus 2010, Halaman C,
berikut ini :
Ngesti Menjaring Penonton Masa Depan
Oleh Achiar M Permana
KEPERCAYAAN diri Rizky terlihat begitu besar. Di atas panggung Ngesti Pandowo, siswa kelas XII SMA 5 itu sama sekali tak tampak canggung. Padahal lawan mainnya tak tanggung-tanggung: para punakawan Ngesti yang kondang pandai bermain kata. Rizky yang berseragam batik abu-abu khas SMA 5 berani berpingpong dialog, menimpali lawakan para dagelan Ngesti.
Hal itu terlihat ketika Ngesti Pandowo menyuguhkan lakon Bisma Gugur, spesial bagi siswa dan guru SMA 5, di Gedung Ki Narto Sabdho kompleks TBRS, Sabtu (30/7). Pementasan itu merupakan tindak lanjut atas kebijakan Pemkot, yang ditetapkan oleh Wali Kota (saat itu) Sukawi Sutarip, Juni lalu, siswa SD-SMA di Semarang wajib nonton wayang.
Tebak-tebakan dan guyonan berupa pelesetan bahasa Inggris yang dilontarkan Gareng (Widayat), disahut Rizky dengan enteng. Dia tak mau kalah dalam melontarkan celetukan kuartet punakawan. Wajar saja, dengan dukungan penonton, Rizky seperti bermain di kandang sendiri. Ratusan penonton yang memadati Gedung Ki Narto Sabdho siang itu adalah guru dan teman-temannya.
Bahkan, Rizky pun tak gentar ketika ditantang Gareng, untuk menyanyikan satu lagu Jawa. Lantas, dengan iringan karawitan Ngesti Pandowo, siswa bongsor itu pun melantunkan ’’Praon’’, salah satu karya seniman legendaris Ngesti, Ki Narto Sabdho.
Pakeliran Padat
Pimpinan Ngesti Pandowo, Cicuk Sastro Soedirjo menjelaskan, pentas itu merupakan kebijakan Pemkot, yang mewajibkan siswa SD-SMA di Semarang menonton wayang. Tujuannya, untuk memperkenalkan siswa pada wayang orang. ’’Untuk memenuhi kebutuhan siswa, kami mengemas pementasan dalam bentuk ‘pakeliran padat’, berdurasi dua jam. Selain itu, ada penyesuaian bahasa sehingga para siswa tidak kesulitan mengikuti jalan cerita,’’ terang Cicuk. (67)
Jadi SANGAT PANTAS SMA 5 Semarang menyandang Nilai Akreditasi A, sebagai Sekolah Kategori Mandiri yang menjadi Pionir PUSAT SUMBER BELAJAR dan PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL di Jawa Tengah.
Selamat berkarya dan mengukir prestasi di masa depan.
Semoga Allah ta'ala senantiasa membimbing dan melindungi kita semua,
mencerdaskan anak bangsa dengan IPTEK, IMTAQ, berkepribadian dan berkebudayaan. Amiin.
Wassalam
Suprihationo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar