Laman

Senin, 31 Januari 2011

SOBO DESO SOBOKALI di Desawisata GADINGSARI, Magelang

Dusun Gadingsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang secara geografis terletak di antara 110° 9’ 36” sampai 110° 17’ 51” Bujur Timur, 7° 23’ 23” sampai 7° 31’ 60” Lintang Selatan, pada ketinggian 469 m dpl (di atas permukaan laut), yang membentang dengan luas wilayah 19,5 hektar, terdiri atas tanah pekarangan seluas 4,3 hektar dan tanah persawahan seluas 15,2 hektar. Dusun Gadingsari hanya berjarak 18 Km dari puncak gunung Merapi, memiliki topografi bergelombang dengan kemiringan bervariasi.

Dusun Gadingsari adalah daerah strategis untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata, karena berada dalam jalur wisata strategis Borobudur – Ketep Pass (Kab Magelang) – Selo Pass (Kab Boyolali), atau Borobudur – Ketep Pass (Kab Magelang) - Jogja.

Dusun Gadingsari Desa Mangunsari dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan temperatur udara 20° C - 28° C, di sebelah utara lereng dan kaki gunung Merapi merupakan tanah endapan vulkanis, sungai yang menjadi batas desa berhulu di gunung Merbabu, sehingga terbebas dari tumpahan lahar dingin Merapi.

Kali Dadar menjadi batas desa antara Gadingsari dan Podosoko, memiliki air yang jernih, dengan aliran air dan frekensi bervariasi ada beberapa jeram dalam dan berair deras sehingga sangat cocok untuk menjadi wisata aalam air ARUNG JERAM.

Sudah tiga minggu di bulan Januari ini kami "mbabat alas" bersama kawula muda sadar wisata Gadingsari untuk menjual aset wisata alam ARUNG JERAM Kali Dadar di dusun Gadingsari.

Sederhana,dan tradisional. Di awal "mbabat alas" kami coba arungi jeram-jeram di Gadingsari dengan batang pohon pisang, dan sejak Januari 2011 lalu kami gunakan ban. Awalnya tim ada yang tidak yakin berhasilkah?, dengan pengunjung dari anak-anak SMA 5 Semarang berjumlah 20 orang ternyata kami dapat melayani dengan membuat mereka senang.

Tema yang kami tawarkan pada pengunjung adalah SOBO DESO SOBO KALI, welcome drink berupa minuman tradisional dan jajan pasar ternyata menjadi sesuatu yang menyenangkan, karena tidak setiapsaat pengunjung di daerah asalnya dapat menikmati hidangan tersebut.

Setelah pemanasan dan berjalan menuju hulu sungai tim mulai memandu peserta dengan petunjuk teknis. Setelah siap satu persatu peserta mulai mengarungi jeram-jeram di kali Dadar. Tim pemandu dan penyapu ranjau pun siap di tempat-tempat yang beresiko, arus deras atau bagian sungai yang cukup dalam dengan kesigapan penuh.

Alhasil, sudah tiga gelombang pengunjung tiap hari minggu datang ke desa wisata Gadingsari. Andakah gelombang pengunjung berikutnya, untuk saat ini kapasitas layanan kami masih terbatas untuk maksimal 30 pengunjung sehari. Insyaallah di masa depan akan kami tingkatkan.

Nah pada gilirannya Anda pun harus mencobanya menguji keberanian sekaligus mensyukuri salah satu nikmat Allah ta'ala yang sangat luar biasa indahnya.

Jika Anda mau berkunjung dan mencoba tracking kali Dadar silahkan kontak kami: 08122513225

1 komentar: